Menu

PERATURAN & TATA TERTIB

PERATURAN DAN TATA TERTIB SANTRI
PESANTREN AL-QUR’AN-RUMAH TAHFIDZ DARUL KHOIR

TATA TERTIB SANTRI
Semua santri dan selama menjadi santri wajib mematuhi peraturan, yaitu:
Mentaati perintah Allah dan rasul-Nya
Mentaati tata tertib dan peraturan pesantren
Berbusana muslim yang rapih dan sopan
Bagi santriwati wajib menutup aurat (tidak berpakaian ketat)
Santri dilarang merokok, membawa HP, obat-obatan terlarang dan berpacaran
Menjaga baik lisan, pikiran dan perbuatan.
Menjaga ketertiban, kebersihan, kerapihan, dan tanggungjawab
Menjaga 3 S: Sopan santun, silaturahim dan salim kepada ustadz/guru, orang yang lebih tua
Santri dilarang berantem, berdusta, mencuri, dan perbuatan buruk lainnya
Santri akan mendapatkan surat peringatan jika melanggar peraturan/tata tertib pondok
Santri mukim yang sekolah diluar, batas terakhir ke pondok jam 15.00 s.d 15.30
Santri terus menjaga prinsip dan spirit Istiqamah, Sabar, Ikhlas dan Syukur

TATA TERTIB WALI SANTRI
Bagi orang tua/walisantri, yang berkunjung berkewajiban :
Menaati tata tertib,ikut menjaga nama baik dan peraturan pesantren
Wali santri mengikuti /menghadiri acara/pengajian yang diadakan oleh pesantren
Meminta izin apabila ada kepentingan dengan santri kepada pengasuh
Kunjungan menengok santri dapat dilakukan di hari Ahad /setiap pengajian mingguan di area yang ditentukan (komunal area)
Orang tua/wali tidak diperkenankan memasuki kamar-kamar santri tanpa izin
Orang tua/wali tidak diperkenankan membawa santri keluar dari lingkungan Pesantren tanpa izin.
Orang tua/wali tidak merokok di lingkungan pesantren
Orang tua dilarang berteriak/berkata kasar dilingkungan pesantren
Selalu berbusana muslim/muslimah menutup aurat (tidak berpakaian ketat)
Orang tua wajib memperhatikan ibadah (shalat, murajaah hafalan) santri saat kepulangan.
Pertemuan dengan santri dilakukan di ruang khusus/ komunal area.
Orang tua atau tamu dimohon untuk menjaga ketertiban dan kebersihan pesantren
Ketika anak sakit ringan, jangan dibawa kerumah, sebaiknya orang tua menjenguk ke pondok
Walisantri yang membawa anaknya keluar (membeli keperluan) wajib lapor/izin
Waktu kunjungan hari Sabtu/Ahad selambatnya pukul 16.00 WIB

PULANG DAN KEDATANGAN SANTRI
Ketentuan sebagai berikut :
Waktu pulang santri adalah 1 bulan 1 kali sesuai waktu  yang telah ditentukan oleh pesantren.
Santri tidak diizinkan pulang sendirian tanpa izin atau dijemput oleh Orang tua/wali santri
Bila penjemputan dipercayakan kepada orang lain, maka didahului pembicaraan resmi antara orang tua/wali dengan pihak pesantren.
Santri tetap menjaga adab Islami, menjaga amalan wajib dan sunah ketika kepulangan.
Jika santri pulang (kabur) tidak sesuai dengan waktu kepulangan, maka dianggap sebagai pelanggaran. Denda kabur Rp. 150.000
Apabila saat kepulangan menambah libur maka dikenakan denda Rp.100.000
Apabila santri mukim izin bukan pada waktu kepulangan (selain sakit) maka dikenakan denda Rp. 100.000
Santri yang pulang saat waktu belajar (mengaji)/datang terlambat ke pesantren tanpa informasi dikenakan denda Rp. 75.000
Santri yang sakit saat kepulangan maka wajib melampirkan surat dokter, apabila tanpa keterangan dikenakan denda Rp.50.000
Santri wajib hadir kembali kepesantren tepat pada waktu yang telah ditentukan.

 C. IZIN KHUSUS
Sebab Perizinan  Khusus: Santri dapat diizinkan meningalkan pondok untuk keperluan tertentu:
Kematian: Kematian yang dimaksud dalam hal ini adalah kematian yang menimpa Orang Tua, paman/bibi,kakek/nenek, dan saudara kandung.
Pernikahan: Pernikahan  yang dimaksud dalam hal ini adalah pernikahan :  Orang Tua, paman/bibi, dan saudara kandung.
Sakit Keras, adalah sakit parah atas diagnose dokter yang menimpa Orang Tua, kakek/nenek, dan saudara kandung
Berobat: Santri dapat diizinkan berobat keluar dari pesantren setelah mendapat rekomendasi dari dokter dan penanganannya diserahkan kepada orang tua/walisantri.
Apabila ada pembinaan/halaqoh dan kegiatan pondok (olahraga, rihlah, mabit, camping dll)
Ketika santri kembali kepesantren harus menyerahkan surat kepulangan/melapor ke pondok

SANGSI PELANGGARAN PONDOK
Bagi santri yang melanggar tata tertib dan peraturan pondok akan dikenakan sangsi berupa: teguran, denda, dan surat peringatan/panggilan dan diberhentikan.
Melanggar terhadap akhlak kebersihan dan kerapihan; sangsi berupa teguran dan denda uang
Melanggar terhadap akhlak seperti; mengejek, berkata kasar, berkelahi; sangsi berupa teguran, denda uang dan dijemur
Melanggar terhadap akhlak kedisiplinan pondok; sering tidak masuk sekolah/pondok, malas dan kabur dari pesantren; membawa HP dan lainnya; sangsi berupa teguran, denda/sita dan surat panggilan
Melanggar terhadap akhlak pondok; berpacaran, berbohong, merokok dan mencuri; sangsi berupa; teguran, surat peringatan dan diberhentikan

Tata tertib dan peraturan ini, disepakati oleh Pengasuh dan Orang tua santri

Bogor, April 2018
Ust. Ahmad Masrul